Traveling Ke Bali Bersama The Brondongs Blues. Oh Yeay.

Kamis, Desember 19, 2013

bandara internasional Ngurah Rai
yeaayyyy...
akhirnya kesampean juga jalan-jalan ke Bali dengan brondongs kacci, eh sekarang sudah menjadi brondongs blues setelah beberapa kali ikutan naik panggung di event jazz kekasihku.
sudah lama saya dan kekasihku berencana membawa brondongs blues ini kembali ke Bali dan menyusuri tempat semasa kecilnya. akhirnya minggu lalu kesampean juga....senangnya!
sebelumnya tentu ijin dulu ke walikelas masing-masing. agak nekad  sih karna waktunya sudah deket jadwal mid semester.




Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

akhirnya bisa memperbaharui foto belasan tahun yang lalu di sini, Tanah Lot Tabanan. Happy...

bersama Fachriku, foto by kekasihku papa

bersama Farchanku, foto by kekasihku papa


Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

Farchan,Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

Fachri,Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

bersama kekasihku, dari lensa nikon J1 kamera blog ini.

bersama kekasihku, dari lensa nikon J1 kamera blog ini.

Garuda Wisnu Kencana Jimbaran

Garuda Wisnu Kencana Jimbaran
Jalan-jalannya dimulai dari Batu Beliq Krobokan, tempat tinggal kekasihku yang waktu itu masih bujangan, dan radionya  Top FM Bali yang cuma bisa ditandai dari letak banjar karena jejaknya sudah tertutup jejeran butik.


lalu Jalan Sutoyo Denpasar. Tempat tinggal pertama setelah kami bersama ini banyak kenangan...salah satunya ya tentang berlembar-lembar sarung berwarna gelap yang menutupi seluruh jendela untuk menghalangi masuknya sinar matahari diawal masa ngidam. dan yang jelas kata pak Iwan bosku, ini rumah apa toko CD sih koq banyakan kaset en CD nya dibanding perabotan.heheheee...maklum masih tiarap.

bentuk lorongnya masih seperti yang dulu, tapi toko bunga yang disebelah sudah berubah jadi toko baju, selebihnya masih seperti yang dulu sepanjang kiri kanan jalan Sutoyo dipenuhi toko bunga segar.


nah, ini belokan  jalan Suli menuju ke jalan sandat, rumah kita setelah brondongs blues lahir. karena sudah berempat ditambah dua orang suster makanya kita perlu rumah yang lebih besar dan berhalaman. Banjarnya keliatan lebih sempit karena bertambah fungsi. Warung pojok sebelum belokan juga masih ada.


brondongs blues depan rumah, tuh saya lagi ngintip kondisi halaman samping rumah yang sudah lebih gondrong, diatap dan berantakan tumpukan perabot gak kepake. Padahal dulu waktu jaman kita tinggal disitu tembok pembatasnya dijalari tanaman rambat yang cantik sekali daunnya, lalu rumputannya subur tempat sikembar bermain.view ini langsung berhadapan dengan ruang makan yang justru jadi area ngobrol semua yang datang ke rumah.

sengaja bergaya seperti ini, rencananya mau di kolase dengan foto masa kecilnya waktu masih tinggal di Bali.di lokasi dan gaya yang sama.

bernostalgia dibawah rintik hujan.



ini rumah tetangga depan yang dipenuhi anak kos berjenis cowok yang kata temen-temen  kantorku yang kebetulan main kerumah saat saya dan kekasihku lagi gak di rumah; 'suster-suster si kembar lagi nerima tamu anak kos-kosan yang depan rumah.rame banget disini Vie..hahahaaa...maklum susternya Farchan lumayan manis.

Pokoknya agenda-agenda must visited seperti ke Ubud, makan ikan bakar di Jimbaran, duduk santai disalah satu atau salah tiga kafe hotel dengan spot cantik di Nusa Dua, Potato Head dan lain-lainnya itu gak sempat dan keliatan sekali mereka gak minat.Belum minat tepatnya.Mereka lebih milih ke tempat-tempat hip anak muda seperti berbaur dengan sesama pejalan kaki di area Kuta dan sekitarnya. Jadi kali ini kita ortu mesti ngalah dulu dan ngikutin maunya mereka saja.









kali ini, di Litle 3 by pass Ngurah Rai  ketemu dan berfoto bersama artis idola dulu, kali lain ... mudah-mudahan ya, berfoto bersama fans.

di Litle 3 by pass Ngurah Rai, nyobain gitar kayu dari hutan yang dilindungi.
Dan tentu ke menikmati musik bermutu dari kafe ke kafe sebagai tujuan utama main ke Bali..
Ini salah satu persyaratan utama, selain harus jago main tentu,  untuk meniti jalan sebagai pemusik.Bagemana membangun suasana nyaman dengan kemerduan bermusik, komunikasi antara pemain dan audiens,menjadi satu paket dengan kenikmatan kuliner spesifik kafe sehingga tercipta asmosfir yang akan  selalu dirindukan untuk kembali. bukan begitu?

Ito Kurdhi live performance at Ryosi Kafe, Seminyak Bali



jalan kaki....

ke pantai Kuta

dan narsis sudah pasti

sengaja bergaya seperti ini, rencananya mau di kolase dengan foto masa kecilnya waktu masih tinggal di Bali.di lokasi dan gaya yang sama.

harus main kesini, membaca nama-nama korban bos Bali 1 supaya mengerti peristiwa dan berempati pada penderitaan orang dalam skala internasional.


Pasar Seni Kuta Square
Dan daftar belanja oleh-oleh......buat teman-teman di komplek rumah, teman-teman sekolah dan oleh-oleh untuk ibu guru wali kelas yang katanya mama saja yang pilihkan.



Tanah Lot Tabanan

Tanah Lot Tabanan



mulai ikut-ikutan papa nih shopping baju Hard Rock hotel dan kafe



menambah koleksi miniatur gitar dan bikin repot penjualnya karna yang dicari gitar-gitar klasik yang jarang dibuat miniaturnya.

belanja sendiri bingung sendiri...heheheee...

menambah koleksi topi, mulai dari topi adat, topi yang model-modelnya saya gak ngerti karena milihnya ribet pake bolak-balik toko, sampe topi kulit koboi.yeah!


Kunikmati betul moment bepergian kali ini. mulai booking tiket, bertiga packing dan rapikan rumah yang akan ditinggal beberapa hari, saat di bandara dan mengudara. kerepotan  ngurusin anak kecil sudah tidak lagi bersamaku.kita kayak temenan aja saling mengingatkan.mereka cepet ngerti peta dan kita kayak temenan aja jauh dari kerepotan ngurusin anak kecil. saya nyaman berada ditengah ketiga lelaki ini. Alhamdulillah... yang penting pesen papa jangan lupa masing-masing bawa kamera.  

Senang deh liburan bersama brondongs blues. Semoga kali lain diberi kesempatan eksplor Bali yang lebih lama, kira-kira semingguan begitu, dan ke tempat-tempat liburan lain dalam negeri dan juga luar negeri. In Shaa Allah....







You Might Also Like

0 komentar

Subscribe