bikin ambalan dapur dan daur ulang botol slei

Senin, Oktober 15, 2012

 
Selesai mengkonsumsi slei dan makanan dalam wadah gelas lainnya, botol-botol kosongnya jangan langsung dibuang karena masih bisa di daur ulang. Sebaiknya dicuci bersih, dikeringkan dan disimpan. Satu saat pasti akan ada gunanya.




Seperti botol-botol slei kosong yang selalu saya simpan di salah satu rak studio jahit, kali ini akan difungsikan sebagai wadah untuk menyimpan bumbu dan lain-lain dibawah ambalan. Koq?!.... iya, dibawah ambalan.



Ambalan dapur yang akan dibuat menggunakan bahan MDF yang dibeli di supermarket. Ketebalan, ukuran panjang dan finishingnya tersedia dalam beberapa pilihan. 
Ada yang dilapisi tacon biru bertekstur seperti yang akan saya gunakan untuk ambalan dapur kali ini, ada juga yang dilapisi tacon bertekstur kayu yang sudah saya jadikan ambalan buku di miny libraryku. Nanti ya postingannya.


Pilih beberapa botol slei kosong yang sudah dibersihkan. 


Saya pake botol slei ukuran sedang yang tutup botolnya berwarna biru. Kalau mau di variasikan ukuran botol dan tutupnya juga its ok lah, tergantung selera.


 Bahan-bahannya standar saja:
  • beberapa botol slei yang disesuaikan dengan ukuran ambalan.
  • ambalan siap pakai, terserah mau dibuat berapa tingkat
  • siku ukuran disesuaikan
  • skrup, paku, pensil atau spidol, obeng, palu-palu dan bor listrik

Pertama-tama, dibuat lubang pada tutup bagian dalam botol-slei sebanyak 3 lubang dengan menggunakan paku. Ini untuk memudahkan pemasangan skrup ketika tutup botol ini dipasang pada ambalan. 
Jumlah lubangnya tegantung lebar tutup botol slei, kalau ukurannya lebih besar tentu jumlah lubang untuk skrupnya bisa ditambahkan menjadi 4 atau 5 lubang.

Oh iya, lubangnya juga disesuaikan dengan diameter skrup ya.


Sesuaikan letak botol-botol slei yang akan dipasang dengan mengatur jarak peletakan siku dan  tutup-tutup botol slei yang sudah dilubangi pada bagian bawah ambalan dan beri tanda dengan pensil atau spidol. 
Jumlah siku bisa ditambahkan disesuaikan dengan panjang ambalan dan jumlah botol-botol slei. 


Pasang skrup pada lubang tutup botol slei di bagian yang sudah diberi tanda spidol. 


Pasang satu-persatu sesuai tanda.


Sampai sesuai jumlah yang diinginkan. 
Saya menggunakan 4 botol slei disetiap ambalan. Jumlahnya jangan terlalu banyak dan rapat  agar memudahkan buka tutupnyaketika wadah ini dipergunakan nantinya.


Beri tanda dengan pensil atau spidol letak siku pada dinding.
 

Atur peletakan siku pada ambalan dan perhatikan letaknya agar tidak miring.


Bor pada bagian dinding yang sudah diberi tanda pensil atau spidol lalu pasang sikunya pada ambalan bagian bawah  berdekatan dengan tutup-tutup botol slei yang sudah terlebih dahulu terpasang.


Pasang skrup pada siku dengan menggunakan bor atau obeng  
Atur jarak ketinggian antara kedua ambalan agar ridak mengganggu peletakan wadah-wadah yang lain seperti toples, gelas dan lain-lainnya.


Pasang kedua siku kiri dan kanan.


Dan pasang botol-botol slei pada tutupnya  di ambalan yang sudah tergantung.


Juga botol-botol slei pada ambalan bagian atas.


Sekarang, botol-botol slei terpasang sudah siap menampung bumbu, kacang ijo, brenebon  atau potongan gula merah seperti ini.


Bisa juga sebagai wadah menyimpan rempah-rempah kering seperti pala, cengkeh dan potongan kayu manis pilihan, oleh-oleh dari Soa-Sio Ternate.


Rak ambalan biru di dinding hijau di permanis dengan tiples-toples biru dan gelas hijau  berkaki. 
Ambalan ini dipasang dekat gantungan keranjang bawang anyaman.


See.....dinding dapur kelihatan lebih cantik dengan ambalan biru  yang berfungsi ganda sebagai tempat cemilan dalam toples, gelas-gelas sirup sekaligus wadah bumbu dan rempah dari botol-botol slei yang didaur ulang. Gampang kan bikinnya.
Silahkan dibuat sendiri dirumah,share ke teman jika postingan ini dirasa memberi manfaat, dikomen dan dikritik juga boleh, dan kalo mau tanya-tanya juga silahkan.....

You Might Also Like

8 komentar

  1. Kreatif......(damizukaman)

    BalasHapus
  2. whuaaaa....pengen bikin juga :)...tengkyu mak :)

    BalasHapus
  3. kreatif banget mak..
    aku malah gk kepikiran.. bisa dibuat kerajinan sebagus ini..hehe

    BalasHapus
  4. wew.. keliatan lbih mewah gitu yak..
    jadi pngn buat dirumah yg kayak gini. :D

    BalasHapus
  5. Lucunya Kaak. Tapi saya kenapa merasa seram melihat yang tergantung tutupnya itu di? Hahaha. Kayaknya karena saya suka kurang hati2 menutup tutup botol jadi membayangkan kalau tutup botolnya tidak rapat :))

    BalasHapus
  6. Nda koooqq nda bakalan jatuh. kan tutup botolnya di tahan sama dua skrup ke papan. Kalo ragu skrupnya bisa ditambah jadi tiga. Amaaan.

    BalasHapus

Subscribe