Ayam Woku Belanga

Minggu, Agustus 31, 2014

Beberapa hari ini  kebayang teruuuss pengen makan ayam woku belanga,  sampe jadi berniat pengen bikin sendiri, padahal biasanya tinggal telpon minta dibikinin ato dateng ke rumah mami skalian makan skalian bawa pulang untuk stok di kulkas. hehehee...kebiasaan buruk ya.

kali ini gak pake nanya-nanya  apa bahan dan cara bikinnya, toh sudah sering liat mamie,kakakku,ade iparku si uda Syafran yang pinter masak dan saya bantuin jualin rendangnya, juga adekku Henny yang sekarang jadi pinter masak juga dan bisa bikin menu kesukaan seluruh keluarga ini.
Ini juga sih alasan kuat kenapa saya jadi merasa pengen dan harus bisa bikin sendiri.

Awalnya googling tentu ke beberapa web atau blog masak, dan karena lidah saya  sudah terbiasa dengan woku belanga yang rasanya enak, jadi gak begitu susahlah untuk bikin sendiri. 
Di Menado, woku itu nama daun yang biasa dipake untuk membungkus ayam, ikan, dan lain-lain yang sudah diberi bumbu dan rempah-rempah  untuk diungkep atau dipepes, seperti fungsi daun pisang kalo ditempat lain, disebutnya woku belanga. Ada juga yang dimasukkan ke dalam bilah bambu makanya disebut woku di bulu (bambu).


Nah!...note seperti ini harus ada untuk menjamin salah satu bumbu jangan ada yang kelupaan apalagi kan harus sambil di potret step by step memasaknya.


Di kebanyakan resep, ayam yang mau di woku langsung saja di masak dengan bumbu yang telah ditumis,  tapi saya lebih suka ayamnya diberi perasan lemong cui, ato jeruk nipis juga bisa, dan garam lalu di ungkep dulu dengan ditambahkan bawang putih keprek. Supaya rasa ayamnya lebih enak, memasaknya juga jadi gak begitu lama dan ayamnya gak lembek.






Skalian saya juga bikin ayam ungkep lengkuas untuk di stok di kukkas, supaya besok-besok tinggal di bakar atau di goreng.
Praktis.....



Bahannya: kunyit,kemiri,jahe,bawang merah,sere,cabe keriting,cabe rawit,daun jeruk,daun bawang,daun kemangi dan tomat.
Saya selalu menyimpan cabe di freezer, supaya nguleknya gak terpercik ke mana-mana.
kunyit dan kemiri di bakar dulu sebelum di tumbuk. oh iya, saya gak pernah berpatokan dengan resep. yang penting bahan-bahannya sesuai diusahakan gak ada yang kurang, soal seberapa banyak dan takarannya itu relatif ya. di resep biasa ditulis satu ruas kunyit misalnya, kalo saya sih bisa dua atau tiga ruas. kata orang makanan yang enak itu yang kuat di bumbu kan. kata saya sih memang iya begitu adanya....
foto masing2 ayam yang sudah diungkep.

Ayam ungkep lengkuas yang sudah siap di masukkan dalam kulkas.



cara bikinnya, tumis bumbu yang sudah dihaluskan dan sere keprek. masukkan ayam yang sudah ungkep dan air, aduk-aduk sebentar supaya bumbunya tercampur



dan masukkan daun jeruk,tomat iris dan cabe rawit.penting ini untuk seisi rumah yang doyan pedes dan berlaku untuk semua masakan.sebenarnya sih lebih enak lagi kalo ditambahkan irisan daun pandan dan daun kunyit yang diikat.tapi karena gak ada jadi langsung tambahkan garem n gula dikit. aduk-aduk lagi, mmm....harumnya mulai bikin laper, kecilkan api dan tutup.



Sambil nunggu bumbu dan rempah-rempahnya meresap ke ayam, saya membuat smoothie sebagai pengganti makan siang. Karena menu ini untuk makan malam dan saya males makan makanan dua kali.
Bikin smoothienya simple koq cuma masukkan sekaligus shake powder rasa stroberry, pisang, flex sheed, air dan beberapa es batu ke dalam blender. Rasanya mmm.... enak dan mengenyangkan. Kalo suka bisa juga tambahkan oat dan susu skim untuk efek kenyang yang lebih lama.



Kalo ayamnya yang sudah tercampur rata, bumbunya sudah meresap dan semerbaknya sudah sampe ke seluruh isi rumah, saatnya masukkan irisan daun bawang, daun kemangi yang banyak, dan tomat lagi  karena tomat yang tadi dimasukkan sudah menyatu dengan ayamnya. Tambahan tomat  ini selain buat rasa lebih segar juga bikin penampilannya lebih fresh dan bikin ngiler, diaduk-aduk sebentar supaya rasanya tercampur merata, dan....


Selesaiii....
Ayam woku belanga.
Dan seperti yang sudah saya duga, semua doyan, semua senang dan semua kenyang.
Kata kekasihku: "wah...mama sudah bisa buka kafe ya Far...ya dek".
Kata Fachri, salah satu the brondongs blues berkata dengan mulut penuhnya: "iya pa, mama sudah bisa mulai cari lokasi untuk buka kafe menu Menado sama-sama Oma".
Brondong yang satunya lagi seperti biasa tidak banyak komen tapi lancar memasukkan sendok demi sendok ke piringnya.

Karena menu pertama sukses, nanti mau bikin lagi yang versi ayam goreng woku belanga.
mariii...

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe