Kecil Tapi LA.KU

Kamis, Desember 20, 2018


Draft tulisan kafe ini sudah lama tertimbun bersama draft-draft postingan lain dalam file draft blogspot yang tertunda kelarnya. File foto-fotonya juga sudah mundur jauh dari jarak scrolling di file Google photo.

Tadi malam kafe dengan aksen warna abu-abu kehijauan ini tetiba pop up di benak iMOm saat menentukan warna cat untuk dinding di kamar The Brondongs Blues yang sedang di renovasi. 
Karena foto file kafe ini terbuka kembali ya sekalian saja iMom selesaikan draft tulisannya.
So, dibaca sampai kelar yaa sekalian nanti dilihat olahan uniq tak biasa yang diaplikasikan pada dinding toilet kafe ini.

LA.KU

Dalam sekali lewat kafe ini nyaris tak tertangkap pandangan mata kecuali jika memang sengaja mencarinya.
Adanya pohon besar semakin mempersempit area parkir di depan bangunan kafe seukuran kotak coklat ini.
Tapi sore itu iMom memang kepingin ke sini.


Meja linear ala bar dan beberapa stool pendek dijejer menyiku di garis dinding depan kafe.
Tanaman menjuntai dari sela-sela kisi kayu atap pergola sebagai tirai daun yang menambah asri tampilan fasada.

Oh you look so homey!


Masuk ke indoor kafe rasanya seperti memenuhi undangan seorang sahabat untuk langsung ke pantry rumahnya, seperti yang selalu iMom lakukan.
Setiap dua kursi kayu dan meja bundar di layout di sepanjang sisi dinding.




A table for two
Kami memilih meja di bagian tengah ruangan yang berhadapan dengan etalase pastry yang juga sekaligus sebagai meja counter untuk area pantry.


Dari kemarin belum kesampean karena tarsok-tarsok mulu tiap mau grocery bahan bikin apple pie iMom jadi feel so good begitu bertatapan dengan si quiche di etalase pastry.
Nah!,
gak bisa milih yang lain lagi.
Si quiche yang look so appetize ini begitu manggil-manggil banget minta diangkat keluar dari etalase pastry untuk dipindahkan ke meja kami.

Di kafe ini, quiche hadir dalam adonan pie. 
Satu gigitan merangkup beragam rasa.
Gurih bahan isian berpadu rasa creamy susu dengan pie crush yang renyah. 
Hmm....
Quiche itu semacam pie tart susu creamy yang dibuat lebih gurih dengan tambahan isian sayuran seperti bayam juga brokoli dan beberapa bahan yang disukai semua orang, seperti daging asap, sosis, jamur dan bermagai macam lainnya tergantung selera.
Ada juga quiche yang dibuat dengan adonan puff pastry dan phyllo yang lebih rempong bikinnya.
iMom sendiri lebih suka quiche yang dibuat dengan adonan pie dan puff pastry.

Quiche biasa disajikan saat sarapan dan teman minum teh.
Makan satu atau dua potong sudah cukup mengenyangkan.
Di Makassar ini belum banyak kafe yang menyediakan quiche menurut iMom so far.


Puff Pastry di dapur Cozyhomeidea tidak selalu dibuat sendiri adonan lembarannya, sesekali jika waktunya gak keburu atau memang lagi gak kepengen rempong, iMom membuat puff pastry dari adonan lembaran yang sudah jadi. Banyak koq dijual di supermarket di bagian makanan beku.

Baca : Cara Membuat Puff Pastry Anti gagal.


Lama absen di dunia yang di persenjatai dengan mixer dan oven bikin iMom kangen banget pengen baking lagi. Walaupun gak jago-jago amat tapi apple pie buatan iMom selalu sukses bikin nagih!.
Kalian harus coba deh apple pie premium buatan iMom ya ....






Beragam pastry menggugah selera terpampang nyata di etalase pastry. Diantaranya ada Canele yang legit, Cupcake, Opera Cake, Tiramisu Bars, Apple Crumble tart, Broenies, juga bermacam pilihan pastry seperti varian Croissant, Pies, dan kue kering seperti Nastar, kaastengels, juga varian tart ulang tahun.

Kepingin mencicipi beberapa jenis pastry lagi tapi karena kami datangnya cuma berdua saja jadi yaa diurungkan dulu sesi sharing icip-icipnya. Next rencana balik lagi dengan beberapa teman.






Dan ini kopi pesanan Om Brewok yang katanya its oke. Tahu kaaan si Om ini belum nyebut itu kopi jika rasanya belum nendang setroongnya.



Oh ya, makan yang manis-manis dan pahit tentu belum afdol jika tidak disertai dengan minum air putih sebagai penetral rasa di lidah.
Tersaji botol-botol berisi air putih dan gelas-gelas kosong di atas meja sudut berbentuk bundar yang dipermanis pot-pot tanaman berdaun tropis. 
Sudut cantik ini memberi aksen style Urban Jungle yang juga sedang marak sepanjang tahun ini pada seluruh indoor kafe.
Ah iMom nyaris betah berlama-lama di kafe ini.


Brunch Spot
Dengan tagline :
Brunch Spot
Patisseri and Artisan EST 2011,

sudah tentu ada beragam menu brunch untuk mengawali aktifitas di hari kerja juga untuk mengawali weekend kalian, seperti kebiasaan iMom dan Om Brewok yang suka memilih berleha-leha di tempat tidur menunda sarapan untuk sekalian dinikmati sebagai brunch.



Selain foto bagian depan kafe di awal tulisan dan foto menu brunchnya yang so yummy diatas ini iMom share dari akun IG kafenya ya, dan semua foto-foto dipostingan ini adalah milik Cozyhomeidea.

Baca : Instagrammable Spots Di Black Canyon Monginsidi Makassar

Koq Nyaris Betah Sih?


Sekarang iMom mau jawab pertanyaan tadi yang muncul diatas kenapa tadi bilangnya nyaris betah.

Pertama, No Musholah.
Karena ternyata tidak disediakan Musholah kami terpaksa keluar sebentar ke Mesjid RRI yang letaknya di seberang jalan depan kafe. 

Kedua, jam tutupnya yang terlalu cepat yaitu jam 8.00 pm.
Begitu balik dari Mesjid kita terpaksa mengurungkan niat menikmati menu brunch sebagai menu makan malam karena diberi tahu jika kafe ini akan close sebentar lagi.
Tapi di hari Sabtu kafe ini tutup jam 9.00 pm. 
Namanya juga kafe untuk brunch.

Ketiga, No Wifi yang artinya juga No Colokan di tiap dudukan.
Pilihan yang sangat anti mainstream di saat kebanyakan kafe menjadikan kedua fasilitas utama ini sebagai syarat kafe kekinian, bahkan ada kafe yang dilengkapi dengan cantolan tas untuk si selebgram nan keren, yang tujuannya tentu untuk kenyamanan sekaligus memperpanjang durasi nongki manjah para pengunjungnya. Smart. 

Duduk Cantik Berkualitas


Tentu ada alasan tersendiri kenapa kafe ini kesannya hanya untuk mampir ketemuan sejenak menikmati brunch dan ngopi. iMom coba ya tebak-tebak berhadiah alasan apa di balik ketidak hadiran tiga hal diatas.



Makanan yang datang ke meja tentu wajib di foto kan yaa apalagi jika food stylingnya begitu Instagram worthy, juga satu dua kali klik dengan aksen tangan sendiri yang mencomot makanan juga beberapa selfie pose duduk gaya malu-malu meong menatap makanan disertai live di IG Story.
Tapi ditunda dululaah kebiasaan buru-buru klik and share nya.

#latepost its oke.

Menu brunch dan homemade pastry juga suasana indoor yang asri dan adem layaknya rumah sendiri andalan kafe ini, walaupun hanya mampir sejenak, diharapkan pengunjung bisa betul-betul menikmati rasa dan tampilan visual di meja serta menikmati kebersamaan yang sekarang sudah bergeser maknanya sebagai duduk bersama tetapi mata tertuju pada gadget dengan jari yang sibuk scrolling. Dikit-dikit ngecek sudah berapa like en love di postingan, bentar-bentar balesin komen dan teruus scrolling kepo postingan orang tanpa peduli orang di depan dan di samping. Eh ataukah mereka juga melakukan hal yang sama?

Sound familiar ya..... jelas karena kita semua sering terjebak melakukan hal yang sama.
Untuk itu kira-kira alasan dibalik minusnya wifi dan colokan.
Supaya orang-orang pada ngobrol satu sama lain.
Menikmati suasana.

#beinthemoment

Kalau ini alasannya iMom 100% tentu setuju.
So, kalian pilih mana :
  • Free Wifi yang bikin orang semakin saling cuek duduk semeja tapi malah sibuk fokus ke orang lain yang jauh diluar ruang, atau
  • No Wifi yang bikin ketemuan lebih berkualitas karena kita saling ngobrol dengan teman semeja, menikmati makanan enak dan suasana?
Mural Mural On The Wal .....
Tadi di awal iMom bilang akan ada kejutan visual di akhir postingan.



Wow!
surprise sekali melihat lukisan tangan motif organik dedaunan memenuhi satu dinding yang dipantulkan kembali oleh cermin di area counter wastafel yang dihiasi beberapa pot tanaman, juga dalam toilet yang ditata diatas rak susun, semakin menegaskan kesan Urban Jungle Style di kafe ini. So natural.

Mural organik sejauh ini iMom temukan juga ada pada desain kafe My Kopi O! dengan motif daun monstera memenuhi salah satu dinding di smoking area.
Jadi kepengen juga punya mural motif organik seperti ini di Cozyhomeidea.


See ... selalu ada kunjungan berulang

So far kafe LA.KU brunch dan patisseri yang berada di depan garis Pantai Losari ini memberi pengalaman ruang yang menyenangkan dan kenikmatan rasa yang membuat kepengen kembali walaupun letaknya membelakangi view pantai yang artinya No Sunset.
Tapi item ini tidak perlulah iMom masukkan dalam ke tiga item diatas.

Dan...
disuatu sore yang cerah kami dari Makassar Sombere Social Media Partner Strategic bertemu sekaligus sharing dengan Om Brewok dari Makassar Media One.



Jika berkunjung ke kafe ini jangan lupa cobain deh menu brunch, salad, dan eclair coklat yang menurut mbak dan mas pramusaji yang selalu ramah, baik dan sigap melayani ini adalah pastry recomended di kafe yang so petite yet chic ini.
Jangan ragu untuk share postingan ini ke teman-teman kalian yang juga senang menikmati suasana kafe, atau kalian ada ide kafe yang mana lagi untuk kunjungan Cozyhomeidea berikutnya?
Share di kolom komentar ya.


Salam Kreatif,
Be Happy, Be You.




























You Might Also Like

39 komentar

  1. sdh pernh kesn sebelumny. tempatny kecil tp nyaman terus interiorny jg cantik, sm waktu itu bisa pinjam bunga2 kering yang dipajang sm mas2nya buat jd properti foto2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kafenya memang kecil tanpi nyaman yaaa dengan pramusaji yang ramah.

      Hapus
  2. Walaupun viewnya mmebelakangi susnset tapi suasana dalam cafe bikin adem bnget tuh, ,ntar singgah deh klw ada waktu. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. beber banget. Kafe tanpa sunset tapi adem ntuk duduk-duduk yaaa.

      Hapus
  3. Pantasan laku mom dan betahki disana,baguski memang tempatnya dan banyak pilihan menunya. Eh tadi kasi pilihki di ada wifi atau tdak dengan masing penjelasan kalau saya pilihka wajib ada wifi mom karna mauki ngupdate itu juga penting. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe... jadi wifi is so important yaaa. Walopun kafe nya cantik pake adem pake enak makanannya, tapi without wifi berasa ada yang kurang yaaaa.

      Hapus
  4. Pantasan laku mom dan betahki disana,baguski memang tempatnya dan banyak pilihan menunya. Eh tadi kasi pilihki di ada wifi atau tdak dengan masing penjelasan kalau saya pilihka wajib ada wifi mom karna mauki ngupdate itu juga penting. hehehe

    BalasHapus
  5. Review yang menarik. bagaimana dengan harganya? cafe ini cocok untuk ngobrol. untuk duduk mengetik dan membuat tulisan tampaknya bukan tempatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa koooq dipake buat duduk ngetik dapat satu postingan disini. Oh iya harganya relatif ya tergantung pengunjungnya menilai.

      Hapus
  6. Kalo diliat dari reviewta, baguski cafenya di kak. Cuma sayangki cepat tutup. Terus musholahnya juga sih. Tapi untuk sekedar nongkrong dan menghabiskan waktu dengan partner bolehlaaah. Suasananya saya liat juga tenangji di kak? Makanannya juga itu sudah memanggil-manggil eh. Haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, beberapa hal ini memang menjadi bahan pertimbangan utama untuk berkunjung yang tidak disediakan kafe ini. Tapi pilihan pastry dan menunya enak-enak lo Yani.

      Hapus
  7. Wah... wajib nyicip nih apple pie buatan iMom. Btw suka lihat interior kafe La.Ku brunch yang bikin adem dgn nuansa ijo lembutnya.

    Perlu nih di coba salad, dan eclair coklat yg menjadi menu recomendednya. Ajak2 kita dong iMom hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bpleeh... Yuk kaka Abby kapan-kapan kita barenagn yuk duduk-duduk ngobrol di kafe ini yaaa.

      Hapus
  8. Saya suka dengan dekorasi meja dan kursi yang nampak alami dan natura.
    Warna kayunya sangat memikat mata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekorasi kafe ini memang dibuat senatural mungkin tapi keren untuk foto yaaa.

      Hapus
  9. Mungkin tidak begitu cocok bagi pengunjung yang biasa tinggal larut menikmati kopi di satu tempat. Tapi ulasan ini begitu menarik, thanks btw. Sangat cozy kelihatannya. Penasaran mau ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ngopinya buat begadabg semalaman ya gak cocoklah. Kafe ini buat menikmati brunch dan ngemil sore.

      Hapus
  10. YA Allah, kak. Ini mah cocok banget duduk cantik sambil menikmati menu-menu yang tampilannya cantik juga. Tadi pas baca judulnya penasaran apa sih yang kecil tapi laku? ternyata namanya juga LA.KU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa... Evhy, jadi yang keren itu judul postingan ini yang bikin penasaran atau memang nama kafe ini?

      Hapus
  11. Ini awalnya saya penasaran apasih yang Kecil tapi Laku? ternyata nama cafenya LA.KU dan sangat cocok untuk duduk cantik sambil menikmati hidangan cantik juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, nama kafe, interior dan menunya sangat menggambarkan laku yaaa...

      Hapus
  12. Suasana cafe nya cozy yah iMom cocok memang untuk yang ingin ber quality time. Kalau saya sih juga setuju gak ada wifi biar nda asik sendiri dengan lappy atau hp. Yang disayangkan cuma mushollanya gak ada hehe jadi gak bisa lama2 juga deh di sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mungkin karena kafe ini lebih mengutamakan jam brunch yang memang tidak bertabrakan dengan waktu shalat kaan.

      Hapus
  13. suka banget breakfast disini menu brunchnyaa unik

    BalasHapus
  14. Mau dong cicipin apple pienya Imom hehehe...

    Saya setuju dengan cafe yang tidak ada wifinya, soalnya suka kesal kalau kumpul-kumpul, bicara kemana eh mata kemana wkwkwk..

    Prinsip saya, cukup foto-foto pulangnya baru diposting sekaligus direview. Emak jadul soalnya hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga gitu kaka dawiah. Tiap datang ke suatu tempat, foto-foto, dan uploadnya kemudian aja. Menikmati moment dulu deeh lebih menyenangkan.

      Hapus
  15. isssshhh pilihan kue2nya asik bangetttt.. ada quiche ama canelle.. itu jrg ada canelle, dan di jkt lumayan mahal :) . ini kalo loaksinya di jkt mah, udah aku datangin mba.

    aku pribadi ga begitu ngaruh ama kafe yg ada wifi. krn aku ga pernah pake juga. masih mnding pake internet hp ku sendiri. jd kalo suatu kafe sampe ga ada wifi, aku sih ga masalah. yg ptg buatku, rasa makanannya enak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh mba Fanny di Jakarta yaaa. iya mbak aku juga gak begitu masalah sih sebuah kafe ada wifi atau enggak toh udah punya internet dari hp ya. Yang penting menikmati sebuah kafe itu yang utama buat aku, oh iya juga makanannya tentu.

      Hapus
  16. Judulnya lucu hehehee... Pastry itu kesukaan aku banget. Designnya hangat, hommy banget. Pengin punya rumah yg dekorasinya seperti ini tapi nggak sempat ngapa-ngapain masih bangunan standar aja. Semoga bisa pelan2 ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... iya ya, judulnya jadi uniq gitu sesuai nama kafenya. Mendekor rumah emang gak sekejap langsung jadi kaan so pelan-pelan aja di touch up dikit-dikit. Gimana kalau tahun 2019 diawali dengan ganti warna cat?

      Hapus
  17. Great post and great review mbak.. cafe bagi sebagain orang memang menjadi tempat untuk me time, sekedar menikmati secangkir kopi dan roti manis.. seperti judulnya.. kecil tapi laku.. desainnya hangat homey banget, jadi minum man makan disini serasa makan dan minum dirumah sendiri ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih mba Elly. Mengunjungi kafe dan menikmati suasana interior serta menu-menu andalannya memang sudah menjadi kesukaan kami. Kalau ketemu kafe yang menarik, salah satunya seperti LA.KU ini, hati tentu menjadi senang menikmatinya juga membaginya agar yang lain juga bisa ikut merasakan senangnya.

      Hapus
  18. Selalu suka deh baca review cafenya iMom! Soalnya bahasa yang digunakan untuk menjelaskan tentang interior dan menunya itu keliatan kalo yang nulis emang menguasai banget bidang itu :)

    Saya juga suka banget nongkorong di La.Ku ini, suasananya homey dan karena no wifi itu kita jadi gak fokus sama gadget.

    Kapan2 nongki di sini lagi yuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih mamie Ery sayang. Duuh jadi tersanjung gimanaa gitu ya dapat pujian dari Blogger keceh Makassar. Yuk aah, kapan-kapan kita balik lagi nongkrong disini bersama Sombere Media Partner team yaa.

      Hapus
  19. Cafenya keren banget ya..dan kayaknya makanannya enak banget..nuansanya pas banget buat tempat nongkrong sama temen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, bener banget mbak. Kafe dan menu yang asyik sudah pasti bikin mood ikutan asyik kaaan. palagi jika bersama teman-teman.

      Hapus
  20. desain interiornya bagus ya mba, ini cafe bikin aku betah deh buat kerja seharian di sana, dengan catatan wifinya kenceng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, berarti gak bakalan betah dong karena kafe ini tadi sudah dibahas diatas. Walopun gak ada wifi tapi kafe ini adalah salah satu kafe yang layak dan asyik untuk dikunjungi. Percaya deh.

      Hapus

Subscribe