Paragon Hotel Seminyak Nyaman Serasa Di Rumah Sendiri

Kamis, Januari 10, 2019


Telpon WA berdering sore-sore di Cozyhomeidea.
Dari Om Brewok.
"Besok mau ke Bali?
Kalau mau, packing aja nanti Papa pesan tiketnya."

Sabtu pagi keesokan harinya kami mendarat di Bandara Internasional Ngurah Ray Bali.

Yeay Ke Bali!

Ke Bali kali ini sebenarnya sudah menjadi agenda kerja Om Brewok yang sudah tertunda beberapa kali karena beberapa event yang harus di laksanakan di Makassar.
Agenda kerjanya di Singaraja sebenarnya tapi kita sengaja datang satu hari lebih cepat supaya bisa jalan-jalan sejenak di Kuta. Maunya sih beberapa hari tapi si Om harus lanjut ke Singapura.
But its okelah buat kami yang penting bisa ke Bali yang sudah seperti rumah sendiri, ada rasa kangen jika lama gak berkunjung.

Baca : Kenapa Ke Bali Kali Ini Begitu Serunya!


Karena namanya dadakan berangkat tentu ada hal yang tidak dipersiapkan dengan benar seperti booking hotel yang ternyata belum dilakukan Om Brewok.
Bikin iMom sedikit bete di bandara karena sudah mendarat tapi belum tahu mau nginap dimana.
Bukan style liburan iMom banget inii yang selalu sudah terencana semuanya sebelum liburan. Sekedar info untuk liburan iMom selalu kebagian yang nyusun rencana, itinerary, booking tiket dan hotel, order taxi, online Grab atau Gocar, sekaligus sebagai Co Pilot cantik dengan Google Map jika bepergian berdua tanpa The Brondongs Blues.
Tapi karena kemarin itu mendadak diminta packing aja jadi ya iMom ikutin aja style Om Brewok yang santaiii kayak di pantaiii itu.


Dibawah tatapan setengah bete si Om santai mengunyah Burger King sambil menelpon teman andalannya untuk urusan hotel dan kendaraan. Beberapa menit kemudian kami sudah duduk manis di taxi bandara menuju Paragon Hotel Seminyak.

Paragon Hotel Seminyak


Kali ini kita memilih hotel di area Batu Beliq untuk dua alasan emosional hehehe... 
pertama karena ini tempat dimana Om Brewok tinggal semasa masih menyandang status bujangan sebelum pindah ke Denpasar untuk memulai hidup baru bersama iMom yang manis,
dan yang kedua tentu karena area ini dekat dengan Canggu dan Petitenget yang kini menjadi area ter hips di Bali meninggalkan Legian yang so last fashion.

Hotel ini berdiri diatas lahan memanjang ke belakang.
Fasada depannya dibuat terbuka dan menuju ke area indoor yang juga semi terbuka dengan dinding kaca menerus di bagian samping bangunan.
Tidak seperti hotel lain pada umumnya, kendaraan harus melewati jalan samping bangunan dan menuju ke area inner coutyard membundar yang di kelilingi lobby dan tower kamar.
Tamu yang mau ke lobby turun di area ini.







Tower kamar dibuat terpisah dengan bangunan lobby dan restaurant atau ruang breakfast.
Selasar menuju ke area lift melewati kolam indoor yang dilengkapi dengan beberapa dudukan yang berakhir membuka ke arah kolam renang dan ruang fitness.
Peletakan layout massa Paragon Hotel ini membuat seluruh area sekitar hotel dikelilingi ruang terbuka di bagian luar maupun di bagian dalam yang jauh dari kesan gelap dan pengap.




Menuju ke kamar-kamar di lantai atas kami melewati selasar yang membuka ke dua arah, ke arah bawah sebelah kiri kita bisa melihat private Danoya Villa disebelah hotel yang setiap unitnya dilengkapi kolam renang. Mmm...perlu dicoba juga nih.
Dan ke arah bawah sebelah kanan ada view ke kolam renang yang tenang.
Selasar terbuka Paragon Hotel Seminyak ini mengingatkan Berry Hotel di jalan Dewi Sri yang sudah beberapa kali kami tempati.

Baca : Be Berry And Be Happy At Berry Hotel Kuta.





Desain tower kamar seperti ini membuat udara bebas mengalir di sepanjang selasar menuju ke kamar,  terang benderang dengan cahaya alami sehingga menghilangkan kesan tertutup seperti umumnya menyusuri lorong hotel.
Kamar kami terletak di lantai enam.

Deluxe Double Room

Kamarnya lega dengan tempat tidur double size yang berdampingan dengan toilet room berdinding kaca. Buat kalian yang sedang bulan madu desain dinding kamar mandi tembus pandang seperti ini tentu membawa sensasi tersendiri ya. But not for us.
Dan,
Kamar ini membuka ke balkon dengan view kehijauan yang berujung pantai di kejauhan.
Jalan Batu Beliq yang tidak terlalu ramai kendaraan, sawah dan kapling merimbun yang persis bersebelajhan dengan batas Four Point Hotel By Sheraton.
iMom selalu suka dengan kamar hotel yang dilengkapi balkon yang menghadap view lepas tanpa terhalang bangunan yang jaraknya terlalu berdekatan.








Foto model untuk kamarnya diperagakan oleh si Om saja ya karena sepertinya si Om juga sudah mulai beradaptasi dari fase pasrah menuju fase menikmati menjadi model dadakan. 




 iMom gak berharap terlalu banyak dari kamar hotel jika jadwal keluar yang padat. 
Yang penting viewnya asyik dilengkapi balkon, tempat tidur nyaman dengan kualitas bantal empuk dan seprai bersih, kamar mandi bersih dengan air panas dan dingin juga fitur keran yang mudah pengoperasiannya. Sabun, shampo, body lotion gak jadi masalah selama ada hair dryer.
Etapi wangi sabun mandinya enak banget lo! beraroma melati yang kuat.




Nikmat banget mandi air hangat sebelum tidur malam setelah lelah seharian bepergian.
Kebiasaan iMom mandi air hangat sebelum tidur diikuti ritual skin care kemudian berbaring memandangi view lepas yang selalu rasanya begitu so relaxing.
Itu makanya view from my window selalu menjadi must request setiap menginap di hotel.




Asyik 'Tuk Berjalan Kaki

Area sekitar Paragon Hotel Seminyak masih bisa disebut alami karena beberapa bangunan diseling sawah menghijau. Tidak seperti area Legian yang padat dengan bangunan berdesakan juga kendaraan dan manusia yang lalu lalang tanpa henti. Disini kita masih bisa berjalan santai sambil sesekali berhenti menikmati sawah menghijau.
Si Om happy banget bisa puas-puasin berjalan kaki sambil bernostalgia sejenak depan tempat tinggalnya dulu yang kini telah berubah menjadi jejeran butik.

Mengeksplore suasana sekitar hotel dengan berjalan kaki, naik motor atau sepeda hotel di waktu pagi atau sore hari sudah jadi kebiasaan Om Brewok setiap datang menikmati Bali.
Sayang kami cuma semalam nginap disini karena besok siang sudah akan dijemput untuk ke Singaraja.
Awalnya kami berencana balik ke hotel ini lagi sepulang dari Singaraja tapi ternyata jadwal ke Singapur Om Brewok sudah fix gak bisa dimundurin lagi.

Beberapa Kafe Hits Di Sekitar Hotel Yang Bisa Ditempuh Dengan Berjalan Kaki

Ke Bali kurang afdol dong aah jika tidak menyambangi beragam kafe tematik yang selalu bertambah jumlahnya bagai cendawan di musim hujan. Setiap berkunjung kembali ke Bali selalu ada saja pilihan kafe-kafe baru yang ingin di eksplore.
Pilihan menikmati kafe tentu relatif ya buat setiap orang.
Tinggal pilih ingin bersantai di kafe dengan desain dan view seperti apa.
Berikut iMom highlight yang kesukaan saja ya antara lain ada :


  • Livingstone Kafe And Bakery

Breakfast atau brunch disini saja dan jangan lupa pilih croissant nya yang di claimed terenak sedunia! Kafe yang di desain casual urban lifestyle ini pernah membuat iMom gak sabaran kepengen buru-buru sarapan disini begitu mendarat di bandara Ngurah Ray. Dan setelah itu setiap ke Bali kami sempatkan mampir kesini lagi. 



  • Da Maria

Disini kalian bisa puas-puasin menikmati beragam menu pasta dan pizza otentik. 
Italian restaurant yang di desain casual chic ini begitu hits di Instagram dengan spot-spot foto kerennya.

  • Sardine

Yang satu ini asyik banget! fine dinning restaurant yang di konstruksi open plan dengan menggunakan material bambu di tengah sawah. Disini kita bisa menikmati kehidupan petani dari mulai masa tanam sampai panen padi. Keren banget dengan scene air, vegetasi, dan arsitektural bambu yang mempesona.

  • Bebek Tepi Sawah

Tentu view lepas ke arah sawah itu selalu menjadi must item buat yang kepengen hang out bersama teman dan keluarga ya apalagi jika didesain dengan style natural kampung ala Bali.
Bebek Tepi Sawah yang di Ubud juga keren dan selalu jadi must visit kami setiap ke Ubud.

  • Dan beberapa kafe lainnya yang tergelitik pengen dieksplore tapi waktu yang mepet mesti dimanfaatin dengan berkunjung ke sebuah kafe saja yang bernuansa natural sesuai blog Cozyhomeidea yang akan lebih banyak menghighlight desain bernuansa natural di tahun 2019 ini.
Baca : Ubud Village Jazz festival





Balik lagi ke Paragon Hotel Seminyak yang para stafnya yang begitu welcoming dan ramah.
Setelah sarapan di hotel yang nyaman serasa di rumah sendiri ini kami memanfaatkan waktu menunggu jemputan ke Singaraja dengan bergegas ke kafe Nook yang juga masih di sekitaran hotel.
Kafe hits yang kata orang gak main ke Bali kalau belum mampir ke kafe ini.


Nanti yaa iMom cerita detail tentang kafe Nook yang memang asli sekeren itu! 
juga keseruan kami saat menuju Singaraja, kecantikan Pantai Lovina serta keeksotikan villa tempat kami nginap yang so relaxing.


Kalau kalian juga punya pengalaman dan info seru di Area Batu Beliq dan sekitarnya jangan ragu untuk share di kolom komentar ya. 


Salam Kreatif
Be Happy, Be You.
























You Might Also Like

0 komentar

Subscribe