5 Manfaat Menekuni Hobi Craft Dari Workshop Decoupage.

Kamis, Mei 18, 2017

Ah, senangnya!

Akhirnya bisa juga bikin decoupage sendiri setelah sekian lama penasaran gimana cara bikin decoupage khususnya cara aplikasi lem, cat dan finishingnya yang masih menyisakan bingung sendiri padahal sudah cukup sering baca tutorial DIYnya.  


Tangan gatel ini sudah pengen beraksi melihat decoupage yang banyak diaplikasikan pada clutch, tote bag, botol-botol, bahkan furnitur. Apalagi koleksi botol-botol unik masih tersimpan di laci dapur menunggu di daur ulang menjadi sesuatu yang eye catching dan bernilai guna, seperti waktu iMom dan om Brewok membuat  rak ambalan rempah dari botol bekas selei yang postingannya sukses menuai 5669 page views dan masih terus bertambah sampai hari ini.



Sejak ditinggal the Brondongs Blues kuliah ke luar kota, urusan domestik kini menjadi lebih simple, kerjaan desain juga sudah tidak terlalu menyita waktu, dan tentu, jadwal bepergian yang kini jadi semakin sering. 
Juga iMom jadi punya banyak waktu untuk lebih mengeksplor hobi dengan mengikuti kelas-kelas kreatif. Seperti kelas blogging yang diadakan oleh teman-teman blogger di komunitas Makkunraina Anging Mammiri Makassar, juga workshop cara membuat decoupage yang diadakan oleh EMaronie Organizer di Peeple Coffee - working Space beberapa waktu yang lalu.


Eryvia Maronie atau biasa disapa Ery,  adalah organizer di balik workshop kreatif yang sering diadakan dimana Ungatawwa adalah pengajarnya. 


Berasal dari bahasa Perancis 'decouper' yang berarti kegiatan memotong. Bisa kertas tisu, potongan gambar dari majalah, koran, juga kain yang ditempel pada wadah kaca, kayu atau plastik. Decoupage adalah seni atau teknik menggunting dan menempel gambar sehingga terlihat menyatu seolah dilukis pada wadah. 
Decoupage dengan gambar-gambar cantik dan tematik, selain diaplikasikan pada botol-botol daur ulang juga bisa di aplikasikan pada produk tas, toples, pot bunga, kaos, meja, bufet, vas, teko, baki,
dan banyak lagi.

  • Bahan-bahan yang di butuhkan:
Botol-botol bekas yang bersih dan kering.
Kertas tisu bergambar, gambar dari majalah juga bisa tapi pastikan kertasnya tidak tebal.
Lem.
Cat.
Kuas atau spons.
Gunting.
Hair dryer, untuk mengeringkan lebih cepat.
Varnish.








  • Cara membuat:
. Gunting gambar yang akan ditempel dan lepaskan hati-hati lapisan kertas tisunya.
. Bersihkan permukaan botol dan beri lem untuk area yang akan ditempel gambar.
. Biarkan setengah kering.
. Tempel gambar dan beri lem menutupi area gambar. Keringkan.
. Beri varnish atau lapisan pelindung. Bisa dilakukan sampai beberapa lapisan.
. Untuk lebih detailnya bisa dilihat disini ya.












Suasana belajar craft di workshop decoupage berlangsung santai dengan banyak ngobrol haha-hihi diselingi cemilan dan minuman. Suasananya mirip di workshop furniture iMom yang banyak bermain dengan media lem, spons, kuas dan cat yang mesti berani kotor.

Foto ini dari EMaronie Organizer.


Lumayanlaah decoupage pertama di wadah bekas botol slei ini, bikin iMom pandang tak jemu walopun hasilnya bisa dibilang masih 'sangat pemula'.

Asyiknya bermain potongan gambar dan cat akrilik. sudah kebayang apa-apa saja yang akan dibuat di my weekend personal project nanti. salah satunya yang paling dekat waktunya adalah cat pot-pot imut tanaman kaktus dan sukulen yang mulai jadi relaksasi baru, juga yang sudah menunggu manis di laci beberapa vas kotak kaca dan botol-botol uniq, dan yeay!... sebagai eye catching di salah satu pintu kabinet dapur Cozyhomeidea.



Bermain potongan gambar dan cat akrilik di kelas kreatif decoupage menimbulkan keasyikan tersendiri. Di postingan 7 Cara Asyik Menjadi Sehat Dan Bahagia Di Usia Midlife Ala iMom, yang diposting beberapa waktu lalu, iMom  katakan bahwa craft atau melakukan hobi adalah salah satu terapi untuk keseimbangan hormon yang membantu menstabilkan tekanan darah dan mengurangi stress.
Berkreasi membuat kita menjadi lebih bahagia. Dan yang lebih penting adalah bukan seberapa bagus hasilnya tapi seberapa senang kita menikmati proses saat berkreasi.

Selain manfaat untuk kesehatan, menekuni hobi atau kegiatan kreatif lainnya juga mendatangkan beberapa manfaat lainnya, antara lain:
  • menambah ilmu, 
  • memperluas networking dengan bertemu teman baru dan bergabung di beberapa komunitas, 
  • kepercayaan dan menghargai diri meningkat. 
  • lebih kreatif, produktif dan tentunya menjadi lebih bahagia. Semua kita ingin happy ending kaan di setiap hal yang kita lakukan?
  • dan ditingkat lanjut, hobi yang ditekuni bisa dijadikan lahan bisnis kreatif yang sangat menjanjikan.
  • dan banyak lagi manfaat yang lain silahkan ditambahkan di komen atau di caption jika ingin share tulisan ini di sosial media.
Jadi? sepakat kaan kalau tidak ada alasan lagi untuk menunda menekuni hobi yang bisa dimulai dengan   menemukan jenis hobi yang disenangi seperti berkebun, menyanyi, melukis, menulis, membuat produk, memasak resep makanan sehat, dan banyak lagi.
Untuk yang suka craft, bikin asesoris dan jahit-menjahit bisa temukan idenya di craft en chic!.
Dan di DIY just do it yourself untuk yang menyukai pertukangan cara praktis dan mudah seperti membuat bantal dudukan kursi makan dan kursi teras, rak sepatu dari bahan kanvas, juga membuat meja makan dari keramik yang lagi kekinian.

Atau, bisa juga dengan langkah sederhana seperti yang iMom lakukan yaitu  mengikuti kelas-kelas kreatif untuk memperkaya diri dan menambah keterampilan.

Salam Kreatif.
Be Happy, Be U.




You Might Also Like

13 komentar

  1. Makasih partisipasinya di workshop kami, iMom 😊 mari bersenang2 dengan handicraft!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Ery, saya juga senang dapat ilmu dan teman-teman baru.

      Hapus
  2. atu terapi untuk keseimbangan hormon yang membantu menstabilkan tekanan darah dan mengurangi stress.

    itu saya catat bangedt itu mom, hahah entah nanti mungkin jelang anak2 gede smua mungkin ada gitu yg bikin stress hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Qiah, itu salah satu manfaat nge craft yang bikin semakin asyik punya hobi ya. Etapi klo soal stress kayaknya ada ji di setiap fase di. anak kecil ato anak besar sama ji bikin stress tapi bikin happy nya yang lebih banyak. Yang penting mamanya harus sehat.

      Hapus
  3. Serunya di Kak.
    Saya jadi penikmat mata saja. Belum tertarik sama kerajinan tangan, soalnya ide nulis numpuk dan banyak yang belum kelar. Tapi suka ji lihat2 karya2 cantik seperti di foto2 itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penikmat mata juga sudah jadi salah satu obat stress kaaan. Saya juga suka postingannya Niar, lugas dan cerdas.

      Hapus
  4. cantiknyaaa decoupagenya. beberapakali niat mau ikut workshop tp gak berhasil aja. smoga nnati bs ketemuab diworkshop berikutnya

    BalasHapus
  5. Wah the brondongs sudah kuliah aja. Anakku tahun ajaran baru ini juga kuliah tapi alhamdulillah kampusnya dekat rumah. Bulan lalu aku dikasih teman dompet pandan yang dikasih decoupage gitu. Aku suka banget karena dompetnya jadi kelihatan etnik & mahal pdahal itu dompet pandan murah yg banyak di disini. Pengin bisa decoupage.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kini kita menjadi emak-emak anak kuliahan ya maaak. Bikin dong decoupagenya kan mak Lusi tangannya jenis DIY kan.

      Hapus
  6. Aduh cantiknya Novie, hasilnya. kepengen dech ikutan decoupage di Makassar, lain kali yach dgn disini. Kalo disini banyak tuch dijual kit buat DIY decoupage.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya LY, ternyata mengasyikkan! nanti yaaa klo ke Makassar bisa private koq klo mau.

      Hapus
  7. Wah serunyaa.. aku juga sebenernya crafty Mom mbak.. cuma mood-mood an.. dulu pernah senang nyulam, sekarang lagi pengen belajar weaving.. Insyaallah minggu depan juga mau join kelas. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya yang namanya crafty Mom itu selalu ada pasang surutnya ya, hehehe... mood ngecraftnya kadang datang kadang menghilang. Wah weaving! aku juga lama kepengen ikutan kelas weaving tapi belum ada niih di Makassar. kayaknya nanti pengen ikutan kelas kalau lagi di Jakarta atau di Bandung aja.

      Hapus

Subscribe